Ayam merupakan makanan sumber protein yang cukup populer di Indonesia, selain karena harganya murah tentu rasanya juga enak. Makanan berbahan baku ayam disukai oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Ayam juga dikonsumsi dari masyarakat kelas menengah kebawah hingga kelas atas. Namun banyak masyarakat kita yang belum mengerti Perbedaan Ayam Halal dan Haram.
Banyak masakan yang bisa dikreasikan dari bahan baku ayam, mulai dari masakan tradisional hingga masakan internasinoal. Jadi wajar ayam bisa jadi merupakan salah satu sumber makanan paling populer di dunia, mulai dari rumahan hingga resto berkelas.
Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, tentu memilih ayam halal adalah langkah penting dalam usaha kuliner dalam rangka menarik pelanggan. Kehalala ayam ayam dapat dipastika dengan memperhatikan proses penyembelihan dan pengolahan sesuai dengan syariat Islam.
Kehalalan bahan baku dalam masakan akan membantu menciptakan kepercayaan pelanggan dan meningkatkan reputasi warung kuliner. Imbasnya pada loyalitas pelanggan serta meningkatkan penjualan. Maka sangat penting bagi para pemilik kuliner untuk mengerti Perbedaan Ayam Halal dan Haram.
Tentu tidak gampang membedakan secara kasat mata antara daging ayam halal dan haram, apalagi jika sudah dalam bentuk daging yang dipotong-potong. Namun sebagai seorang muslim kita jangan berputus asa ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu:
Jika anda menemukan daging ayam yang belum dicincang. Mungkin dapat menggunakan tips ini dengan cara melakukan pengecekan terhadap bekas sayatan di leher ayam. Daging ayam halal yang disembelih sesuai dengan syariat Islam biasanya memiliki tanda penyembelihan yang jelas. Insisi (sayatan) pada leher yang cukup besar dan bersih. Sayatan ini dilakukan dengan cara memotong pembuluh darah utama (dengan metode “zabihah”) sehingga darah dapat keluar sepenuhnya dari tubuh ayam. Hasilnya, daging ayam halal tidak mengandung darah yang tersisa.
Sedangkan pada ayam yang tidak halal, proses penyembelihannya tidak mengikuti ketentuan syariat. Biasanya bekas sayatan pada leher kurang rapi, atau tidak nampak jelas atau tidak sempurna. Masih utuh saluran makan dan nafas, sehingga menyebabkan banyak darah tertinggal dalam daging ayam.
Meski sulit dibedakan tapi bagi mereka yang memiliki peniuamna cukup sensitif mungkin dapat membedankanya, daging ayam halal yang disembelih sesuai dengan aturan Islam tidak akan memiliki bau yang menyengat atau amis yang tajam. Biasanya, bau ayam halal lebih segar dan alami. sedangkan yang disembelih tidak sesuai syariat atau tidak halal kadang bisa memiliki bau yang lebih tajam dan tidak sedap, karena darah yang tidak keluar sepenuhnya dapat menyebabkan pembusukan lebih cepat.
Tips ini juga sulit dibedakan namun mungkin bagi mereka yang teliti, daging ayam halal cenderung lebih cerah, terutama pada bagian dada dan paha. Warna daging ayam halal yang disembelih dengan benar tidak akan tampak gelap atau kehitaman. Sedangkan yang tidak disembelih sesuai dengan syariat atau menggunakan metode yang tidak sesuai biasanya memiliki warna yang lebih gelap, karena sisa darah yang tertinggal dalam tubuh.
Ini tentu cara paling gampang dan umum dilakukan, karena LPPOM MUI tentu tidak akan mengeluarkan sertifikasi halal bagi tempat pemotongan ayam yang tidak sesuai standar syariat Islam. LPPOM MUI cukup ketat dengan dilkukan audit secara langsung ke lapangan oleh dua orang auditor, lalu didokumentasikan mulai dari foto, video, wawancara dan disaksikan secara langsung proses pemotongan ayam. Setelah itu hasil dari audit akan di sidangkan dihadapan komisi fatwa MUI yang kemudian akan dikeluarkan sertifikat Halal.
Alhamdulillah Rumah AHI salah satu rumah potong ayam yang telah mendapatkan ketetapan halal dari LPPOM MUI sehingga masyarakat Palembang yang mengkonsumsi ayam yang dihasilkan oleh Rumah AHI tidak perlu khawatir lagi karena kami menjamin 100% kehalalan proses penyembelihan di Rumah AHI.