Lr. Nanas, Jl. Rimbomulyo, RT.37/RW.08, Talang Betutu, Sukarami, Palembang - 087832941256

Konsumsi Produk halal merupakan perkara yang sangat penting karena merupakan tuntutan kewajiban bagi umat Islam dan menjamin keamanan, kualitas, dan kebersihan produk. selain dari itu tentunya akan memberikan ketenangan bagi konsumen dan meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang dikonsumsi

Perkara mengenal halal diterangkan dalam HR. Al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al- Thabarani dari Salman al- Farisi: “Dari Salman al-Farisi, ia berkata: Rasulullah SAW ditanya tentang minyak samin, keju dan pakaian dari bahan bulu binatang, lalu beliau bersabda: “Sesuatu yang halal adalah apa yang dihalalkan oleh Allah di Kitab-Nya, dan sesuatu yang haram adalah apa yang diharamkan oleh-Nya di dalam Kitab-Nya. Adapun sesuatu yang tidak ditegaskan (kehalalan/keharaman) adalah termasuk apa yang dimaafkan”. (HR. Al- Tirmidzi, Ibnu Majah dan al- Thabarani).

Konsumsi produk halal menjadi hal yang penting bagi umat Islam. Selain karena telah menjadi kewajiban yang tertera dalam Al-Qur’an dan hadist, konsumsi produk halal memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Secara ruhiyah, konsumsi poduk halal juga menjaga umat muslim dalam berperilaku di keseharian.

Islam sangat memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Sebab, baik atau buruk dan halal atau haram sebuah makanan yang masuk ke dalam tubuh, sangat memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seorang manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Allah SWT sampai memperingatkan atau berpesan kepada umat Islam untuk memperhatikan asupan makanan. Pesan tersebut termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 168. Di dalam ayat itu, Allah memerintahkan agar mengonsumsi makanan serta meminum segala yang ada di bumi secara halal dan baik.

Pesan yang patut kita renungi dari Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 168.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.

Makanan merupakan sumber nutrisi dalam diri seseorang. Kalau makanannya halal, maka nutrisinya pun halal. Karena mekanisme yang terjadi dalam tubuh ini adalah ketika masuk nutrisi maka yang pertama menyerap itu adalah saraf otak. Lalu saraf otak itu akan memerintahkan seluruh anggota tubuh manusia untuk berperilaku sesuai asupan nutrisi yang dikonsumsi. Apabila nutrisi yang diserap saraf otak itu halal dan baik maka akan membawa dampak pada perilaku seseorang untuk senantiasa berbuat kebaikan. Begitu sebaliknya, jika yang masuk itu nutrisi yang haram dan terserap ke saraf otak maka perilaku manusia cenderung akan membuat kekacauan. (kemenag kepri)
 
“Di sinilah keajaiban yang diberikan Allah. Jadi saraf otak itu kalau sampai kemasukan barang-barang yang tidak dibenarkan sesuai dengan aturan Allah maka akan memberikan sebuah respons yang luar biasa karena saraf otak akan terganggu dan akan ada kecenderungan manusia untuk melakukan hal-hal yang tidak seimbang,”

Saat ini, telah hadir berbagai teknologi yang mendorong lahirnya berbagai olahan produk, sehingga halal dan haram produk menjadi sulit dibedakan. Cara paling aman dalam menentukan produk halal atau tidak adalah dengan melakukan pengecekan sertifikasi halal yang dimiliki oleh produk. Alhamdulillah Rumah AHI termasuk Rumah Potong atau Supplier Ayam Halal yang telah memiliki sertifikasi Halal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *